Mengenal Printer 3D, Revolusi Dunia Percetakan

Angan-angan banyak orang tentang printer yang dapat mencetak objek 3 dimensi kini bukan lagi angan-angan kosong. Printer semacam itu saat ini sudah tersedia di banyak pasar di Indonesia. Johanes Djauhari, orang Indonesia, bahkan mampu membuat printer 3D dengan memanfaatkan teknologi open source dan software yang mengoperasikan mesin ini. Printer ini mampu mencetak objek secara nyata dalam 3D yang dapat dilihat, diraba, dan diputar.

Mengenal Printer 3D, Revolusi Dunia Percetakan

Dengan kehadiran teknologi baru ini, semua gagasan dan imajinasi dapat diwujudkan secara nyata dalam objek 3D. Tak heran banyak industri yang awalnya mengalami kesulitan dalam memvisualkan suatu objek dapat dengan mudah dibantu melalui printer 3D ini. Kehadiran printer ini telah memudahkan dalam membuat replika dan miniatur suatu industri, misalnya produk, konstruksi, mekanika, otomotif, dan medis. Bahkan printer ini dapat membut organ tubuh tiruan yang ternyata berfungsi baik pada manusia.

Prinsip kerja printer ini secara umum sama dengan printer dokumen kantor, dimana sebuah data disimpan dalam printer untuk kemudian diaplikasin ke media. Sedikit tambahan pada printer jenis ini adalah kemampuannya dalam melapisi objek secara terus-menerus sesuai desain sampai terciptanya objek 3D yang diinginkan. Proses kerjanya memang sedikit lama, antara 2 hingga 4 jam, tergantung besarnya volume objek yang dikerjakan.

Secara umum, mesin printer 3D ini banyak dimanfaatkan untuk membuat model dengan tingkat persisi yang sangat tinggi. Pekerjaan secara manual seringkali mengalami kesulitan sehingga dibutuhkan mesin robotik yang mampu bekerja secara sempurna berdasarkan perhitungan matematika dan algoritma. Cara ini bahkan dapat dimanfaatkan untuk membuat model organ tubuh tiruan untuk membantu pasien sampai pada paruh burung elang. Pada skala yang lebih besar, mesin ini dapat menggadakan dirinya sendiri berupa mencetak printer 3D yang lain. Juga dapat dimanfaatkan untuk membuat semua objek yang dirasa perlu dilakukan seperti membuat suku cadang dan komponen pra order lainnya.

Sistem Kerja Printer 3D

Seperti mencetak dokumen atau percetakan umumnya, proses mencetak produk 3D pada printer ini juga kurang lebih sama. Di sini dibutuhkan printer 3D sebagai alat untuk mencetak produk yang dihubungkan dengan komputer yang mengoperasikan alat tersebut. Berbeda dengan printer yang menggunakan tinta dalam mencetak dokumen, printer ini membutuhkan media untuk membentuk model 3D berupa polylactic acid (PLA)  dan acrylonitrile butadiene styrene (ABS). PLA meruapakan media yang berbahan dasar jagung, sehingga ramah lingkungan.

1. Desain

Sebelum melakukan pencetakan, desain dari objek harus dibuat terlebih dahulu dengan menggunakan program khusus, biasanya desainer menggunakan Pronter Face dan Repetier. Progam-program ini mampu membuat model secara 3D sekaligus menghubungkannya ke printer 3D. Model yang terlalu detail dan njelimet dapat membuat proses percetakan berjalan sangat lama.

2. Printing Process

Pada tahapan ini, model dibentuk dengan lapisan demi lapisan media secara terus-menerus hingga terbentuknya model 3D ini secara utuh. Ketika printer mulai bekerja, saat itulah pekerjaan operator sebenarnya telah selesai. Karena mesin printer akan bekerja terus memberi lapisan selama berjam-jam hingga model selesai dikerjakan.

3. Finishing

Tahapan ini berupa mengevaluasi hasil model yang telah dilakukan mesin priner 3D. Bisa jadi ada bagian yang menjorok atau lengkungan yang dirasa cukup mengganggu. Pemapelasan dan pengikisan bagian-bagian kecil yang mengganggu dapat dilakukan termasuk pengecatan karena mesin printer tidak mampu memberi warna selain warna dasar pada media cetaknya di tali lanyard .

Author: superadmin