Quality Control Projek Konstruksi, Satu Tahap Yang Tentukan Kualitas Akhir Bangunan

Quality Control Projek Konstruksi, Satu Tahap Yang Tentukan Kualitas Akhir Bangunan

Proses jenjang konstruksi dari pengolahan keterangan sampai maintainance mengikuti tingkat quality control yang serasi panduan kontraktor dan klien. Hal ini diperlukan agak konstruksi yang dibuat menerima standar keselamatan dan uji kelayakan. Pemantauan mutu sangat penting agar proyek siap terselesaikan seefisien mungkin.

Pentingnya Quality Control Untuk Kesuksesan Proyek

Pengendalian mutu pada proyek konstruksi penting supaya apapun yang dibangun siap tahan lama dan mudah dipelihara. Akan menjadi suatu hal yang sia-sia bila bahan yang dibeli salah atau ada peralatan yang tidak terpakai. Bahan seperti pipa, kawat, katup demi dihitung dengan seksama. Instrumen konstruksi seperti vibrator beton, pemadat tanah atau crane dapat disewa atau dibeli sesuai kebutuhan. Berikut ialah beberapa langkah Quality Control yang penting dilakukan & tidak boleh diabaikan olehkarena itu terdapat berbagai alasan utama dibaliknya.

1. Pemeriksaan & Pengkajian

Pengawasan mutu sudah biasa dilakukan sejak awal perencanaan proyek konstruksi. Hal seperti gambar konstruksi proyek, bahan yang perlu dibeli & jumlahnya, rencana penyewaan kelengkapan dan perlengkapan, model order, budgeting, perhitungan pengeluaran datang maintainance. Semua hal ini akan dikaji beberapa kesempatan sebelumnya akhirnya dapat dilaksanakan.

2. Inspeksi dan Interogasi Peralatan

Kontraktor dapat menunjukkan pembuatan alat, atau siap menyewanya pada pihak unik. Alat penting dengan fungsi khusus untuk konstruksi khusus seperti alat las, vibrator beton, compressor memerlukan peninjauan kelayakan sebelum dapat dimanfaatkan. Uji coba untuk memeriksa kebutuhan alat dalam order yang berfungsi baik hendak mempercepat prosesi konstruksi serasi jadwal dan dateline yang telah ditetapkan.

Inspeksi kelengkapan yang sudah ada pula penting, karena seringkali alat berat hanya dikeluarkan & dibersihkan kala akan dimanfaatkan saja. Peralatan baru pula melalui prosedur pemeriksaaan yang sama bahkan harus lebih teliti karena garansi yang masih mudah untuk diklaim bila ada kerusakan yang dideteksi dini.

3. Melakukan Pengujian Dengan Sampling

Pengujian merupakan langkah awal pada merampungkan suatu proyek, sebelum dapat dituntaskan sesuai perjanjian. Pengambilan sampling dan test dilakukan untuk memantau mutu yang diinginkan. Bila order konstruksi jalan, pastikan pembawaan jalan dapat kokoh dilalui oleh kendaraan berat di kurun waktu tertentu. Kualitas material, alat dan pengerjaan proyek yang sesuai tipikal mutu menjadi tujuan di setiap proyek. Pengujian dengan sampling menjadi andalan untuk menyuguhkan bahwa proyek telah selesai dilaksanakan secara tepat saat, efisien dan efektif dan dapat di uji coba.

4. Pemeliharaan

Setelah order selesai, masih ada pemantauan mutu satu lagi yang perlu dilakukan. Melakukan pemeliharaan secara berkala agar konstruksi dapat terpantau dan dilakukan perbaikan bila diperlukan. Quality Control bagia akhir ini yang paling sering dilupakan oleh kontraktor dan kelompok peyelenggara.

Bila ada kesalahan atau kualitas yang belum tersandarisasi akan menyebabkan telatah harus diperbaiki atau datang diulang. Oleh karena tersebut penting untuk melakukan quality control secara menyeluruh untuk menghindari kerugian dari gatra aspek material, tenaga kerja datang alokasi dana.

Author: superadmin